.

 

Sejarah Rendang (2)

27 July 2012

 

Rendang tidak hanya rendang daging saja, tapi berbagai bahan makanan dapat dijadikan rendang, diantaranya adalah rendang ikan, rendang berbagai jeroan seperti paru, limpa, hati, rendang ayam, rendang bebek, rendang jengkol, bahkan kini muncul varian baru, rendang jamur yang dibuat dari jamur tiram.

 

Teknik memasak daging menjadi rendang mungkin dapat juga muncul karena kebutuhan masyarakat Minangkabau yang terkenal sebagai pedagang tangguh yang terkadang mengharuskan mereka untuk bepergian dalam waktu yang lama, tentunya rendang merupakan solusi praktis untuk mengatasi masalah survival karena daya tahannya yang tinggi, khususnya rendang kering. Sejarawan Universitas Andalas Prof. Gusti Asnan menduga, rendang telah menjadi masakan yang tersebar luas sejak orang Minang mulai merantau dan berlayar ke Malaka untuk berdagang pada awal abad ke-16. “Karena perjalanan melewati sungai dan memakan waktu lama, rendang mungkin menjadi pilihan tepat saat itu sebagai bekal.”[7] Hal ini karena rendang kering sangat awet, tahan disimpan hingga berbulan lamanya, sehingga tepat dijadikan bekal kala merantau atau dalam perjalanan niaga.

 

Rendang yang semula berasal dari Minangkabau, Indonesia kemudian menyebar keluar Indonesia. Azhar Alias, Sous Chef Hotel Equatorial mengatakan bahwa rendang dapat dipastikan berasal dari Pulau Sumatera, Indonesia "Adalah bagian dari kuliner Padang, yang dibawa oleh etnis Minangkabau ke Negeri Sembilan," kata dia di The Star. Seperti yang diketahui, orang Minang pindah ke pantai Barat sejak awal abad ke-15 yang kini menjadi bagian Malaysia . Begitu juga menurut Ashar Daud, Executive Sous Chef pada The 39 Restaurant di PNB Darby Park, KL, . "Banyak masakan Malaysia memiliki akar di Indonesia atau dipengaruhi tradisi kuliner republik itu." 

 

Menurut Muhammad Nur, sejarawan Melayu dari Universitas Andalas, Padang, .

Pada awal abad ke 16 terjadi migrasi orang Minang yang diduga sebagai penyebab rendang mulai menembus keluar Minangkabau. Saat itu, terjadi migrasi besar-besaran orang Minang menggunakan jalur sungai Rokan, Riau menuju Malaka untuk mencari daerah baru, dan pengembangan ekonomi. "Malaka saat itu kan gerbang utama menuju Semenanjung Malaya (Malaysia saat ini). Rata-rata orang Minang ini mendiami Negeri Sembilan dan Johor Baru untuk mengembangkan budaya, termasuk kuliner," kata M Nur (Vivanews)

Kini penyebaran rendang pun semakin meluas karena CNNgo memasukkan rendang sebagai salah satu makanan terlezat di dunia. Bahkan kini rendang telah dijual melalui internet seperti Rendang Nenek dan rendang kemasan lainnya sehingga kini rendang dengan mudah menyebar ke berbagai pelosok dunia seperti Timur Tengah, dan Eropa khususnya Belanda.

 

 

 

 

 

 

Cap Halal

P-IRT: 2013273012191-17, 2033273022191-17

MUI-JB: 01011081041212

 

 

Home

 

Cara Pemesanan

 

Agen Penjualan Kami

 

Produk

Menu

Rendang Daging

Rendang Paru

Rendang Hati

Rendang Limpo

Rendang Jamur

Rendang Jengkol

Rendang Ayam Suwir (BARU)

 

Tentang kami

Rendang Nenek di Setiabudi Supermarket

Kunjungan Universitas Tun Abdul Razak

Liputan Bisnis Indonesia

Liputan Rendang Nenek di Tribun Jabar

Liputan Rendang Nenek di B Channel

Liputan Rendang Nenek di TransTV

Liputan Rendang Nenek di Tabloid Agrina

Beli Rendang Nenek di Toserda Bandung

Mengintip Rendang Nenek

Rendang Nenek

Siapa Kami?

Daya Tahan dan Kemasan

Proses Pembuatan Cara Tradisional

Testimoni

Testimoni

Testimoni 2

Testimoni 3

 

Artikel

2 Tahun Rendang Nenek

Pameran di Trans Hotel Bandung

Pelatihan Pengemasan

Mengurus Ijin P-IRT (1)

Mengurus Ijin P-IRT (2)

Pakar E-Commerce

Sejarah Rendang (1)

Sejarah Rendang (2)

Tradisional Tapi Pakai Gas?

Keajaiban Sedekah

Budidaya Jamur Milik Rendang Nenek

Sushi Rendang

Puasa

Jangan Jualan Rendang!

Setahun Rendang Nenek

Rendang Nenek, Bazar Mei 2012

Rendang Nenek, Pameran April 2012

 

 

 

 

social

.